Header Ads

Mencari Keadilan Putrinya Yang Dibawa lari, Ayah Korban Harus Bolak Balik Ke polisi

Pasuruan, Delapanenam.com | Bak jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib malang yang dialami Imron, warga Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Imron yang merasa tak terima anaknya hilang di bawa lari seseorang, harus rela bolak balik ke Polisi dengan hasil yang tak jelas.

Kejadian pelaporan pertama kali, dilakukan Imron ketika tahu putrinya hilang dari rumah beberapa bulan yang lalu. Imron yang saat itu melapor, harus pulang dengan tangan hampa  karena laporannya tidak diterima oleh pihak ke polisian. Menurut imron, Petugas yang saat itu ditemuinya mengatakan, anaknya harus ditemukan terlebih dahulu baru bisa lapor “ kata pak polisi itu anak saya harus ditemukan dulu baru bisa lapor pak, sekarang sudah ditemukann dan masih belum bisa ternyata,” ujar laki laki kurus itu dihadapan media.  "saya sempat ngurus beda nama karena nama anak saya selisih huruf  H"

Terakhir kali imron melapor beberapa kejadian yang menimpa putrinya ke Polisi Selasa 25 Juli kemarin, namun hal itu masih tidak membuahkan hasil. Pasalnya petugas yang saat itu berada di ruangan beranggapan lain. Dia mengatakan TKPnya tidak di Pasuruan, karena hilangnya dari Surabaya, dan laporan hilangnya harus di Polrestabes Surabaya.

Keluh kesah itu diungkapkan ayah korban kepada media Dealapanenam.com, Jumat 28/07/2017 sekitar pukul 21.00 Wib. Dirinya cuman bisa pasrah atas kejadian yang menimpa putrinya, walaupun hal itu tidak bisa diterimanya. “ bagaimana lagi pak, saya orang bodoh dan miskin  sepeda saja saya pinjam, saya cuman ini mencari keadilan itu saja.” Pungkas imron dengan nada kecewa. (Yudie)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.