Header Ads

Dampak Carut Marutnya Data PKH, Tiga Warga Cobanblimbing Luput Dari Bantuan

Foto : Ibu Misami dan rumah Anaknya yang roboh
Pasuruan, Delapanenam.com | Potret carut marutnya pendataan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), di beberap wilayah Kabupaten Pasuruan mulai bermunculan. Namun hingga saat ini kejadian itu belum bisa teratasi oleh pemerintah. Nampak kucuran dana yang diturunkan melalui Dinas Sosial itu, seperti tak jelas muaranya.

Bantuan PKH yang salah satu tujuannya untuk memutus mata rantai kemiskinan antar generasi itu, mulai di pertanyakan sejumlah warga. pasalnya banyak warga yang sudah masuk kriteria penerima bantuan PKH, namun hingga saat ini masih saja harus berpangku tangan menunggu janji-jani itu. anehnya lagi, kanan kiri mereka yang sepertinya tidak layak menerima bantuan, malah harus menikmati kesejahteraan yang dikucurkan melalui program itu.

Hasil Penelusuran Tim wartawan Delapanenam.com di lapangan Jumat 16/08/2017, terdapat tiga orang dalam satu RT tidak mendapat jatah bantuan dari program yang digaung-gaungkan selama ini. Ketiganya yang merupakan warga Desa Cobanblimbing, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan itu, tampak pasrah melihat tetangganya menerima bantuan. padahal secara kasat mata, kehidupan yang mereka jalani saat ini,lebih miris ketimbang para penerima yang ada di sekitarnya.

Foto : Tempat tidur Mbah Sueb
Sueb (70Th) Misalnya, laki-laki berumur itu hingga detik ini belum tersentuh bantuan PKH yang saat ini sudah di gelontorkan di beberapa Kecamatan Kabupaten Pasuruan. Sueb yang hidupnya sebatangkara, harus numpang salah satu rumah warga karena  tak memiliki tempat tinggal. Kondisi ini menggambarkan masih banyak warga yang layak menerima bantuan, namun harus luput dari pantauan petugas PKH di lapangan.

Bukan itu saja, tim delapanenam.com juga sempat mendatangi tetangga Sueb yang bernama Mujiati (30Th). Wanita yang baru saja melahirkan ini harus pindah kerumah mertuanya bernama Tamami (57Th), karena rumah yang ditempatinya Mujiati roboh. Mirisnya lagi, mertua yang saat ini ditumpanginya juga bernasib yang sama. Mertuanya yang sudah berumur dan kondisi keluarga yang sakit-sakitan itu, juga tidak mendapatkan bantuan PKH . dari situlah lengkap sudah penderitaan Tiga warga Cobanblimbing itu, karena harus menelan ludah saat para tetangganya menikmati bantuan itu.

Saat ditemui wartawan beberapa hari lalu, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Pasuruan, Hadi Prayitno mengatakan, dirinya akan segera kroscek ke lapangan, guna memastikan yang terjadi di tiap-tiap wilayah. (Yudie)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.