Header Ads

Warga Ngomel, Pelayanan Bidan Desa Kedemungan Sering Ditangani Anaknya

Pasuruan, Delapanenam.com | Bidan Desa adalah Bidan yang ditempatkan di sebuah Desa serta bertugas melayani masyarakat di wilayah kerjanya, baik di dalam maupun di luar jam kerjanya. Secara khusus lagi tujuan penempatan bidan di desa adalah meningkatkan pelayanan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Beberapa waktu yang lalu beberapa warga Desa Kedemungan Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan,  mengeluhkan kinerja bidan di desa mereka, yang dinilai jauh harapan meraka.  Bidan yang bernama Sutinah itu sering dikeluhkan warga karena tidak datang dalam pelayanan imunisasi atau Ibu hamil di Posyandu. “ Kalau posyandu kami selalu buka setiap bulan mas,  tapi bidannya sering gak datang, sehingga ibu hamil jadi malas ke posyandu karna bidannya jarang datang, “ ujar warga kepada media Delapanenam.com.

Bahkan salah satu Kader mengaku bahwa di posyandu Kedemungan tidak ada pelayanan imunisasi, dalam enam pos yang ada, mereka mangatakan Imunisasi dijadikan satu di Pendopo Kademungan saja.  “ Kalau kegiatan imunisasi satu desa dijadikan satu di pendopo mas, inilah yang menjadikan warga yang jauh dari balai desa malas untuk datang dan akhirnya cakupan imunisasi di Desa kami menjadi rendah, “ ungkap salah satu Kader kepada media.

Parahnya lagi, menurut pengakuan banyak warga, Sutinah sering menyuruh anaknya yang bernama Dinda,  untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat. Dinda yang diduga baru lulus dari akademi kebidanan itu , sering melakukan suntik KB atau periksa hamil. “ Saya lebih memilih periksa kandungan di Desa lain,  karena kalau di bidan desa kami, selalu diperiksa oleh anaknya yang bernama Dinda itu, “ ungkap salah satu warga Tegalan Kademungan.

Saat ditemui di puskesmas Ambal-ambil, Sutinah menepis semua keluhan warga. Di hadapan Kepala Puskesmas Ambal-Ambil, Sutinah menjelaskan bahwa dirinya sudah memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Kademungan. “ Warga Kademungan itu memang manja mas, saya sering dibohongi oleh warga yang minta saya untuk datang ke rumahnya dengan alasan sakit parah,  padahal begiti saya datang orangnya ada di warung sambil enak merokok, “ jelas Sutinah kepada wartawan delapanenam.com.

Saat wartawan menanyakan kapasitas anaknya dalam pelayanan suntik KB dan lainnya, Bidan Desa Kademungan itu mengatakan, bahwa anaknya itu magang dan surat-suratnya sudah lengkap. "Anak saya itu magang ditempat saya, dan surat-suratnya ada." kelit Sutinah kepada media. Namun hingga saat ini, Bidan Sutinah belum bisa menunjukkan surat yang dimaksud dengan alasan kantornya yang berada di Kraton itu bukaknya cuman selasa dan jumat, "ini tadi saya dari kantor, namun petugasnya tidak ada, nanti hari jumat saja." kata sutina via telpon Selasa 05/09/2017.

Keluhan warga juga diamini Zainudin selaku Kepala Desa Kedemungan , Senin 04/09/2017 lalu. Dirinya tak menampik apa yang dikatakan  warganya, bahkan dia sudah beberapa kali menyampaikan kepada bidan di Desanya tapi hasilnya masih saja nihil. “ Saya Cuma bisa menyuruh supaya warga saya sabar mas, karena saya sendiripun tidak bisa berbuat banyak.  Saya sudah pernah mennyampaikan hal ini kepada Bidan Sutinah,  tapi tidak ada perbaikan dari dia, “ ucap Zainudin yang ditemui di kantornya. (Yudie)
Loading...

1 komentar:

  1. sebanarnya masalah sprti ini sdh lma.enth mgpa.apa ini penyakit mental atau SDM para pegawai instansi.harsnya mrka mengabdi pd negara n masyarakat tpi mrk suka bermalas2n.saat ditanya mngpa n knp mereka mengeluarkan jurusnya dg brbagai alasan.sgguh munafik mereka.kita masayarakat yg gnti dipojokan hingga seolah kita yg brsalah.semoga org sprti itu segera dicopot jabatanya.dan dicopot ijin prakteknya sbg seorang bidan atau dokter..
    pemerintah hrs lebih serius mengamati kinerja para pegawai insatansi.klo perlu lakukan sidak.kya pak jokowi dulu.biar anda2 tau sprti apa kinerja pegawai instansi masarakat.

    terimakasih...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.