Header Ads

Efek Negatif Dari Mengkonsumsi Cabe



Masyarakat Indonesia cenderung menggemari masakan pedas, konsumsi cabe/lombok hampir ada dalam menu masakan keseharian masyarakat kita. Berbagai macam kegunakan serta manfaat kita mengkonsumsi cabe untuk kesehatan. Namun tidak ada salahnya kita mengenal beberapa efek buruk dari kita mengkonsumsi cabe. Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber oleh redaksi Tribunusantara.com.

Capsaicin: Cabai mengandung vitamin C dan Vitamin A mengandung beta-karoten, yaitu jenis antioksidan yang kuat. Antioksidan ini berguna untuk menangkal dampak akibat radikal bebas, sehingga dapat menjaga kulit untuk senantiasa awet muda. Biasanya, bahan-bahan radikal bebas akan ikut dalam sirkulasi tubuh, dan akan menyebabkan kerusakan sel yang besar. Radikal bebas dapat merusak saraf dan pembuluh darah, yang bisa menyebabkan penyakit seperti diabetes.

Detoxicants: Cabai juga bertindak sebagai pendetoks alami, karena dapat membersihkan  limbah dari tubuh kita dan akan meningkatkan asupan nutrisi  ke jaringan tubuh. Cabai juga bertindak sebagai detoxicants pencernaan, sehingga  membantu dalam proses pencernaan makanan.

Penghilang rasa sakit: Cabai akan merangsang pelepasan endorfin yang menimbulkan efek penghilang rasa sakit alami. Karena hal ini, cabai akan mengurangi rasa sakit akibat karena herpes, diabetes, rematik serta kejang otot di bahu.

Antibiotik: Cabai akan mempercepat membawa darah segar ke daerah infeksi, sehingga darah dengan cepat untuk melawan infeksi. Sel-sel darah putih dan leukosit terbetuk karena perang antara darah dan bakteri.

Otak: Capsaicin merangsang otak untuk mengeluarkan endorfin,  dan ini akan memberikan rasa nikmat ketika ditelan. Ini alasan kenapa orang menjadi kecanduan makan cabai, walaupun sebelumnya pernah kapok karena merasa kepedasan.

Kanker: Telah banyak diketahui bahwa,  vitamin C, asam beta-karoten dan folat yang ditemukan dalam cabai mengurangi akan risiko kanker usus besar. Cabai seperti cabai merah mengandung  lycopene cartonoid, yang berguna untuk mencegah penyakit kanker.

Serangan Jantung: cabai mengandung vitamin B6 dan asam folat. Vitamin B mengurangi tingkat homocysteine yang tinggi. Tingkat homocysteine tinggi  dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, dan ini berkaitan dengan risiko  meningkatnya serangan jantung dan stroke.Selain itu, cabai  juga akan mengubah homocysteine ​​menjadi molekul lain yang bermanfaat bagi kadar kolesterol.

Penyakit paru-paru:Cabai membantu mengatasi  hidung tersumbat, dengan jalan meningkatkan metabolisme. Hal inilah yang akan membantu melebarkan saluran udara padaparu-paru yang akan mengurangi asma dan mengi.  Asap rokok mengandung zat kimia seperti benzopyrene, yang dapat merusak vitamin A dalam tubuh. Vitamin A dalam cabai akan mengurangi radang paru-paru dan emfisema, yang  disebabkan karena kebiasaan merokok.

Efek samping mengkonsumsi cabai

Begitu besar kandungan  nilai gizi dan manfaat cabai, namun pada beberapa kasus, cabai juga bisa menimbulkan masalah. Untuk itu, batasi konsumsi anda terhadap cabai yang diluar kemampuan tubuh anda.

Yang menimbulkan rasa pedas pada cabai adalah kandungan capsaicin, walaupun bermanfaat, namun ini dimakan dapat menyebabkan iritasi parah, dan rasa panas pada mulut, lidah dan tenggorokan.

Pada awalnya capsaicin dalam cabai akan menimbulkan peradangan,  ketika mulai kontak dengan selaput lendir halus pada rongga mulut, tenggorokan dan perut, sehingga  segera menghasilkan sensasi panas melalui ujung saraf bebas di mukosa. Makan yoghurt yang dingin dapat membantu mengurangi rasa nyeri terbakar, karena yoghurt akan pengenceran konsentrasi capsaicin dan mencegah kontak dengan dinding perut.

Hindari menyentuh mata dengan jari-jari yang terkontaminasi zat dari cabai yang terbuka. Bilas mata terkena cabai, benamkan mata secara menyeluruh dalam air dingin untuk mengurangi iritasi. Cabai juga dapat memperburuk kondisi refluks gastro esofagus (GER) yang ada.

Senyawa kimia tertentu seperti aflatoksin (hasil dari jamur) yang ditemukan pada cabai telah diketahui dapat menyebabkan kanker lambung, hati dan usus. untuk itu, pastikan cabai yang anda dapatkan adalah cabai yang segar dan sehat.   (dari berbagai sumber)

Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.