Header Ads

Pengeroyokan Abdul Hakim Tuai Kecaman Dari Aktivis Pasuruan

Luqman Hakim & Hanan
Luqman Hakim bersama Hanan

Pasuruan,Delapanenam.com |
Kekerasan yang menimpa Abdul Hakim (40) pegiat anti korupsi beberapa waktu lalu, mendapat kecaman dari beberapa aktivis di Pasuruan. Pasalnya kejadian ini dianggap mengotori dunia demokrasi yang saat ini sedang gencar gencarnya digalakkan pemerintah. Mereka berharap, gaya gaya preman di era sekarang harus dihilangkan.

Hal ini diungkapkan Luqman Hakim Ketua Umum Garda Pantura. "Ini bukan era kolonial, dan sudah tidak jaman lagi preman menjadi solusi permasalahan," ujar Luqman kepada media.

Luqman berharap kasus ini segera terungkap siapa pelaku dan apa motif dari kekerasan ini, "Kami berharap aparat bisa menangkap pelaku pengeroyokan dan perampasan HP apapun motifnya" imbuh lelaki yang akrab disapa Gus itu.

Di tempat terpisah, Hanan juga mengutuk keras atas kejadian yang menimpa rekannya. Hanan meyakini Kepolisian bisa menangkap pelaku dan mengupas tuntas apa dibalik aksi brutal ini. " Saya yakin Polisi bisa menemukan pelaku dan membongkar motifnya" Kata Hanan melalui seluler.

Pria yang kini menjadi Ketua Umum  AMCD (Aliansi Masyarakat Cinta Daman) itu meminta Polres Pasuruan Kota mengambil langkah taktis agar permasalah ini tidak semakin bias.

" Kita butuh langkah cepat Kepolisian agar beritanya tidak melebar kemana mana," ujar Hanan.

Perlu diingat, Sabtu malam kemarin (8/6/2019) terjadi perampasan yang dibarengi pengeroyokan terhadap Abdul Hakim atau yang akrab dipanggil Bulleng di sebuah warung kopi oleh beberapa orang tak dikenal. Akibatnya HP miliknya raib digondol orang orang tersebut. Padahal menurut Hakim, dalam HP tersebut terdapat sejumlah data data penting miliknya. (yud)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.