Header Ads

Ini Makhluk Pertama Yang Bisa Dikloning Oleh Ilmuwan

Apa rasanya jika kamu mengetahui kalau dirimu bisa dikloning? Mungkin kamu merasa bahagia karena punya kembaran, atau kamu malah merasa ngeri. Kloning manusia memang belum terlalu banyak diketahu orang. Tapi bukan berarti penelitian tentang kloning itu sendiri tidak ada.

Berikut ini menguak tentang manusia saat ini sudah banyak melakukan perubahan termasuk menggandakan manusia, dikutip dari allday.com.

Ia dianugerahi hadiah Nobel pada tahun 1935 atas eksperimen gila yang dilakukannya. Lahir pada tanggal 27 Juni 1869 di Stuttgart Jerman, nama Spemann akan selalu dikaitkan dengan eksperimen yang ia lakukan pada embriologi. Dia belajar menguasai teknik bedah mikro.

Dia menggambarkan penelitiannya dalam bukunya Embryonic Development and Induction (1938). Spemann meninggal di Freiburg Jerman, pada tanggal 9 September 1941. Dari eksperimen yang dilakukannya inilah cikal bakal morfogenesis eksperimental modern.

14 tahun kemudian, ilmuwan Robert Briggs dan Thomas King menggunakan gagasan Spemann. Mereka berhasil mentransfer inti embrio kecebong ke dalam telur katak. Tanpa disadari dari eksperimen itu telah efektif menciptakan tiruan pertama di dunia. Selanjutnya, ahli biologi John Gurdon menemukan bahwa dia dapat melakukan hal sama pada sel kanker kecebong.

Megan dan Morag, domba yang merupakan mamalia pertama yang berhasil dikloning tanpa menggunakan sel embrio. Megan dan Morag berhasil dikloning pada tahun 1996 ketika ilmuwan Ian Wilmut dan Keith Campbell menggantikan nukleus dalam sel telur dengan inti sel kultur yang tetap hidup di laboratorium.

Kelahiran Megan dan Morag membuka jalan untuk kloning mamalia berikutnya. Dolly berhasil diklon menggunakan sel somatik, atau sel non-embrio. Sebelum menghasilkan Dolly ini, ilmuwan Wilmut dan Campbell melakukan 277 kali percobaan dan 276 percobaan telah gagal.

Pada tahun 2002 geger pengumuman kelompok ilmuwan yang mengklaim bahwa dia telah berhasil mengkloning manusia pertama. Bayi tersebut diberi nama Eve. Bayi seberat 7 pon itu lahir melalui operasi caesar. Perusahaan yang melakukan penelitian ini sempat diprotes oleh beberapa kelompok agama dan penyelidikan federal.

Namun dalam sebuah artikel yang diterbitkan statnews.com, tidak ada kabar dari bayi kloning bernama Eve tersebut.

“Raelians (sebuah pemujaan yang percaya bahwa manusia adalah kloning alien) mengklaim pada tahun 2002 bahwa mereka telah mengkloning bayi dari wanita Amerika berusia 31 tahun, namun untuk beberapa alasan, “Eve” yang sekarang berusia 13 tahun tidak pernah melangkah Maju untuk mengklaim tempatnya dalam sejarah.”

Karena alasan ilmiah, etis, dan komersial, kloning manusia menjadi sulit untuk diterapkan. Terlebih lagi teknik yang digunakan untuk menciptakan dolly yang disebut transfer sel somatik, ternyata tidak begitu mudah pada spesies lain.

Lantas bagaimanakah jka di masa depan manusia dapat mengkloning manusia dengan mudahnya? Akankah manusia menantang kehendak Sang Pencipta?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.