Header Ads

TPS di Sumsel Ini Diisi DPT Semua Laki-Laki dan NIK 'Hantu'



Satu tempat pemungutan suara (TPS) di Provinsi Sumsel diduga diisi oleh daftar pemilih tetap (DPT) yang memiliki nomor induk kependudukan (NIK) 'hantu'. Seluruh DPT di TPS itu juga berjenis kelamin laki-laki.

Temuan itu pertama kali dilakukan oleh Musi Institute for Democracy and Electoral (MIDE) dari penelitian di situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan laman KPU.go.id.

Direktur MIDE Andika Pranata Jaya mengungkapkan, kejanggalan berawal dari tampilan NIK yang tercantum di TPS tersebut. Dari 174 mata pilih, NIK yang tercantum hampir semuanya 16041000******** dan berjenis kelamin laki-laki.

"Kami temukan kejanggalan di TPS itu, semuanya memiliki NIK yang sama dan laki-laki," ungkap Andika, Rabu (6/3).

Dari penelusuran, NIK tersebut bertolak belakang dengan ketentuan kependudukan dan pencatatan sipil. Disebutkan, 16 angka dalam NIK memiliki arti masing-masing. Dua angka pertama adalah kode provinsi, dua angka berikutnya adalah kode kabupaten/kota, dua angka kemudian kode kecamatan, dilanjutkan enam angka untuk mengetahui tanggal lahir, dan empat angka terakhir merupakan nomor antrean di Dukcapil.

"Kalau begitu, semua DPT di TPS itu lahir pada tanggal 00, tidak ada orang lahir di tanggal itu. Coba kita bandingkan dengan TPS lain, NIK DPT jelas," ujarnya.

Anehnya lagi, kata dia, selain tanggal lahir tak dicantumkan dalam NIK, mereka juga melakukan percobaan dengan menggunakan satu huruf di daftar nama dengan memakai nomor NIK kosong-kosong sampai delapan delapan digit.

"Saya coba pakai satu huruf, keluar nama lain dengan NIK yang sama, kami heran kenapa bisa begitu. Itu terjadi di TPS 040 juga TPS 041," terangnya.

Andika enggan menyebut kasus itu bertujuan penggelembungan suara. Hanya saja, dia heran kasus itu ditemukan di laman resmi KPU yang menginformasikan DPT seluruh Indonesia.

"Tidak tahu kenapa, ini baru temuan. Apa karena kesalahan sistem atau bagaimana," terangnya.

Dia mengaku sudah melaporkan temuan ini ke Bawaslu RI agar dapat ditindaklanjuti jika terjadi kesalahan. Sebab, pencoblosan tinggal dalam hitungan hari dan diharapkan tidak bermasalah.

"Sudah saya laporkan ke Bawaslu. Menurut saya perlu ditindaklanjuti," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU Lahat, Nana Priana menjelaskan, dua TPS tersebut berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Lahat dengan nomor TPS 040 dan TPS 041. Ia menegaskan jika di TPS 040 dihuni seluruh laki laki dan TPS 041 dihuni 18 orang perempuan.

"Benar, ada dua TPS di Lapas, yang satu semuanya laki-laki dan satunya lagi ada 18 perempuan," ujar Nana.

Diakuinya, pihaknya menemui kesulitan untuk mendata setiap warga binaan lantaran mayoritas tidak memiliki identitas yang lengkap. Data mereka saat ini tengah diverifikasi ulang dan perbaikan di tingkat PPS, PPK dan KPU.

"Kita berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk bisa memiliki identitas menggantikan NIK yang bernomor 00000000 (8 digit) di belakangnya," pungkasnya. [merdeka]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.