Header Ads

Gabungan LSM Di Pasuruan Tuntut Perusahaan Air Kemasan Aqua Hentikan Aktifitasnya




Pasuruan,  Jatim, delapanenam.com - Ketua  Lembaga Perlindungan Konsumen ( LPK-BARATA ) Irfan Budi Dermawan bersama  Aliansi LSM Forum Pasuruan Bersatu ber orasi dalam aksi damai ke PT. Tirta Investama (Danone Aqua) sebuah perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) yang berada di Desa Tenggilisrejo Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Kamis (22/08/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan Informasi yang di terima dari Masyarakat serta hasil investigasi awal anggota kami di lapangan dan merujuk pada Peraturan Pemerintah No.43 tahun 2008 tentang Air Tanah Khususnya pasal 47 ayat 4 yang berbunyi bahwa,
 " Menteri, Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenanganya menyelenggarakan Pendayagunaan air tanah dengan mengikut sertakan masyarakat ".

Dan berdasarkan Pasal 40 ayat 1 tentang larangan melakukan kegiatan Pengeboran, Penggalian atau kegiatan lain dalam radius 200 meter dari lokasi pemunculan air, serta mempertimbangkan berbagai asfek seperti : Karateristik Akuifer, Kondisi Hidrogiologis, Lingkungan air tanah, Kawasan Lindung Air Tanah, Ketersediaan air dipermukaan serta kebutuhan bagi masyarakat.

Tuntutan Ketua Lembaga Perlindungan konsumen ( LPK-BARATA) Irfan Budi Dermawan bersama Aliansi LSM Forum Pasuruan Bersatu  dalam aksi damai meminta kepada PT. Tirta Investama (Danone Aqua) yang berada di Desa Tenggelis, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan agar menghentikan aksi Produksi Air minum sampai memenuhi dan bisa menunjukan Izin Legalitasnya." Pungkas Irfan selaku ketua LPK-BARATA waktu audensi dikantor Aqua yang dihadiri oleh jajaran Kepolisian,Koramil dan Camat Gondang Wetan, kabupaten Pasuruan.

Perwakilan dari pihak PT. Tirta Investama Hari Chaksono selaku humas sempat menujukan Izin Pengeboran melalui gambar dan rekaman Video saja, tidak bisa menunjukan bukti seperti yang di minta oleh teman - teman Aliansi LSM Forum Pasuruan Bersatu.

Cahyono selaku ketua LSM Merah Putih sempat memberikan arahan kepada Bpk. Hari Chaksono selaku humas Perwakilan dari pihak AQUA harus bisa transparan dan menunjukan titik Pengeboran.

Jika tidak apabila kedepanya sampai ada kejadian pengeringan ataupun dari pihak PT. Tirta Investama mengalami lengser lantas siapa yang akan bertanggung jawab." tegasnya

Dari hasil audensi, Hari Chaksono selaku humas langsung menunjukan titik sumber pengeboran air minum akan tetapi meminta 3 orang saja sebagai perwakilan, yang di antaranya : Ketua LPK-BARATA Irfan Budi Darmawan, Ketua LSM Suropati dan didampingi Camat dan Pihak Kepolisian dari Polsek Keboncandi.

Akan tetapi hasil Survei yang ditujukan oleh Bpk. Hari Chaksono selaku humas waktu di lapangan sangat tidak memuaskan.

LPK-BARATA akan menyurati Dinas Bidang dan Dinas DLHKP  untuk mempertanyakan terkait jumlah Bidang." tutur bang Izul.

Andre

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.