Header Ads

'Carut Marut' Proyek Pagar SD Bugul Lor Disorot LSM



Pasuruan Jatim,delapanenam.com - Proyek Pembangunan atau Rehabilitasi pagar Sekolah Dasar di SDN BUGUL LOR, kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. Proyek tersebut bersumber dari dana APBD 2019, dengan nilai Kontrak Rp.189,350,832 yang dikerjakan CV. AZIDATAMA. Nomor kontra : 600.2 / 1.3 / 423.102 / PPKm.DD / 2019.

Rehabilitasi pagar dengan bahan yang dianggap tidak mutu dan menyalahi wewenang yang sudah dianjurkan oleh Dinas.

Tidak hanya itu, dari pantauan awak media dalam pengerjaannya para pekerja juga tidak mengunakan mesin pengaduk (molen) yang digunakan untuk menakar campuran bahan sesuai specknya. Akan tetapi mesin pengaduk ( molen ) tersebut ditaruh pada tempat parkiran Sepeda dan bahan bangunan sebagian dicampur dengan bahan bersubsidi yang seharusnya tidak dipakai untuk program pembangunan dari Dinas.

Ahmadi selaku mandor waktu dikonfirmasi terkait pengerjaan rehabilitasi pagar SDN Bugul Lor untuk penggunaan molen oleh Didik selaku Sekjen LSM Embara " Molen hanya saya gunakan pada saat pengecoran sedangkan untuk penataan bata memang saya tidak dianjurkan mengunakan molen saja mas, semen memang saya konbinasikan semen tiga roda bersama merah putih di waktu pekerjaan pengecoran atau untuk pekerjaan pemasangan batu-bata tidak memerlukan molen untuk mencampur pasir dan semen, dengan tenaga kerja manual saja sudah cukup. " tutur Ahmadi.

Saat awak media mengkonfirmasi pihak dinas terkait pekerjaan yang mengunakan semen merah putih, dan pekerjaan tidak memakai alat molen

Kepada wartawan, Handoko selaku PPK pekerjaan UPT pendidikan mengatakan bahwa bila di gambar/ Rab bangunan berbunyi semen aja, tidak disebutkan merk atau jenis semen.

"Sedangkan kolsutan pengawas tidak memberi tahu kalau mengunakan semen merah putih," terang Handoko

"Minggu kemarin saya turun kelokasi maz,sebagai ppk masi aja teledor di waktu turun kelokasi enggan memantau pekerjaan dilokasi atau mempertanyakan bahan apa yang di gunakan kepada pekerja, " lanjut dia


"tentang semen yang di gunakan saya tidak melihat, dan didalam pekerjaan progam pembangunan memang saya anjurkan untuk memakai molen,
Tetapi klo semen merah putih baru dengar merek itu atau semen bersubsidi."

"Saya sendiri tidak tahu kalau semen merah putih bersubsidi, saya akan coba konfirmasi ke dinas PU bersama Kolsultan pengawas  apa benar ada semen merek merah putih." ujar Handokoh kepada awak media pada jum'at (6/9/19) lalu


Semetara itu LSM Embara mengatakan bahwa Seharusnya sebagai PPK Dinas pendidikan lebih tahu memgenai bahan yang seharusnya digunakan sebelum ada anggaran APBD sudah ada meeting atau PCM bahan apa seharusnya dipakai.

"Dan harus memakai mesin molen dan  sebelum pekerjaan di mulai sudah di siapkan ini malah Handoko selaku PPk masih akan konfurmasi ke pihak dinas PU," ujar Didik dari LSM  Embara pada awak media.

Pewarta: Andre

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.