Header Ads

Diduga "Main Mata", Panitia Penjaringan Sekdes Karangasem Dipanggil DPR


Pasuruan, Delapanenam.com | Kecewa dengan hasil keputusan Panitia Penyaringan dan Penjaringan Sekdes Desa Karangasem, para calon yang dinyatakan tidak lolos wadul kepada DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka meminta agar hasil keputusan panitia dibatalkan karena banyak menabrak aturan.

Diruang rapat Komisi 1 Gedung DPRD kabupaten Pasuruan (Senin, 23/09/19) satu persatu para calon memaparkan semua kejanggalan yang mereka temukan selama proses penjaringan dan penyaringan. “Banyak aturan yang tidak dilaksanakan oleh panitia, diantaranya para calon tidak pernah diberitahukan tentang teknis/ tata cara penilaian seleksi, dan dari empat seleksi yang diberikan, Panitia hanya mengumumkan nilai hasil seleksi secara global tidak dirinci satu persatu,” ujar Warda salah satu calon di depan forum rapat.

Para calon juga beranggapan bahwa panitia tidak mempunyai kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni dalam membuat soal dan penilaian. “Soal tulis yang diberikan kepada kami adalah hasil jiplakan di internet, Saya menganggap panitia bukanlah ahli dalam membuat soal tapi ahli dalam mendownload soal,” lanjut Warda.

Sementara itu dari pihak panitia yang diketuai oleh Ahmad Sutikno bersikukuh bahwa pihaknya sudah menjalankan proses penjaringan dan penyaringan dengan benar. Namun sayangnya pada saat Komisi 1 DPRD Kabupaten Pasuruan meminta panitia untuk menunjukkan data data itu, dirinya belum bisa memberikan bukti otentik.

Forum itu berjalan lancar hingga akhir, meski di pertengahan, Ketua Komisi I sempat menegur Ahmad Sutikno karena dianggap tidak tertib dan memotong pembicaraan orang lain. “Ini kantor DPR tolong matikan micnya” saut Kasiman saat itu.

Sekitar jam 11.00 wib, komisi 1 menutup acara tersebut dan berjanji melakukan peretemuan kembali. “ Kami akan jadwalkan pemanggilan kembali terhadap pihak pihak terkait, dan kami meminta yang bersangkutan membawa data data otentik yang dibutuhkan” ujar Dr. Kasiman S.Kep.Ns, M.Kes menutup rapat. (Yud)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.