Header Ads

Gubernur AAL Terima Kunjungan Kerja Pangkoarmada II




Surabaya, Jatim - Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. menerima kunjungan kerja Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. beserta beberapa Asisten, Komandan Satuan dan Komandan KRI jajaran Koarmada II di gedung R. Soebijakto, Mako AAL, Bumimoro Surabaya. Rabu (23/10).

Saat menerima kunjungan Pangkoarmada II tersebut, Gubernur AAL didampingi Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., Direktur Perencanaan dan Pengembangan (Direnbang) AAL Kolonel Laut (P) Fransiscus Herman S, S.T., Direktur Personel (Dirpers) AAL Kolonel Laut (KH/W) Tresna Kusumawati, S.Pd., M.A.P. dan Komandan Resimen AAL Kolonel Laut (P) Isswarto serta beberapa perwakilan dari Taruna dan Taruni AAL Tingkat IV. Sedangkan rombongan yang mendampingi Pangkoarmada II adalah Asops Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) Sawa S.E., M.M., Aspers Pangkoarmada II Kolonel Laut (P) Singgih Sugiarto, S.T., M.S.i., Dansatban Koarmada II Kolonel Laut ( P) Anung Sutanto, S.Sos. dan Komandan KRI Dewaruci Mayor Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso, S.E.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Akademi Angkatan Laksamana Muda TNI Edi Sucipto, S.E., M.M. menyambut baik kunjungan kerja Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M. ke AAL, dalam rangka bersilaturahmi menjabat sebagai Pangkoarmada II.

Selanjutnya, Gubernur AAL menjelaskan master plan berupa miniatur Akademi Angkatan Laut yang terletak di ruang tamu gedung R. Soebijakto tentang harapan perkembangan dan rencana pembangunan Akademi Angkatan Laut kedepan kepada Pangarmada II beserta rombongan.

Gubernur AAL berharap, Anjungan Halong yang terletak di kawasan AAL, kedepan bisa dikeruk dan dibersihkan sehingga KRI Bima Suci dan KRI Dewaruci bisa sandar di Anjungan tersebut serta sebagai wisata bahari bagi masyarakat Indonesia. 

“Selain itu, apabila sudah dikeruk dan bersih, Anjungan Halong tersebut bisa dikembangkan menjadi olahraga perairan dan selam bagi seluruh masyarakat Indonesia”.

Gubernur AAL juga berharap, dapat meletakkan KRI Ki Hajar Dewantara-364 persis didepan Museum Loka Jala Crana TNI Angkatan Laut sebagai museum maritim dan pengembangan edukasi maritim bagi masyarakat Indonesia sebagai bangsa Maritim. “Apabila terwujud, masyarakat bisa berkunjung, kerena dibuka secara umum”.

KRI Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu kapal perang Republik Indonesia yang pernah berjaya dan kebanggaan bangsa Indonesia pada masanya, telah berhenti beroperasi sejak tahun 2017, sangat disayangkan sekali apabila tidak menjadi museum maritim dan pengembangan edukasi maritim bagi masyarakat Indonesia sebagai bangsa Maritim. Lokasinyapun sangat strategis kerena berdekatan dengan Museum Loka Jala Crana TNI Angkatan Laut.

Penerangan AAL

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.