Header Ads

Personel PNS dan Tenaga Kontrak Rumah Sakit Bhayangkara mengikuti Sosialisasi Alat Pemadam Api Ringan





Denpasar, Bali, www.delapanenam.com - Bertempat di halaman rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali Denpasar telah berlangsung kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Alat Pemadam Api  Ringan (APAR), oleh Pendidikan dan Latihan (Diklat) Rumah Sakit diikuti oleh seluruh personel Polri, PNS dan Tenaga Kontrak Rumah sakit Bhayangkara Denpasar, Kamis (17/10).

Kegiatan di buka langsung oleh Kasubbagwasintern Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar Kompol Kumolo Adi Saputro, SKM, M.M sekaligus penanggung jawab kelompok kerja(pokja) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) menyampaikan ," Simulasi ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar tentang fungsi Alat Pemadam Api Ringan(APAR) dan juga melatih agar mampu menggunakan APAR dengan tepat dan benar untuk menanggulangi kebakaran dalam skala kecil, " terangnya

" Simulasi ini diselenggarakan untuk mengulang kembali karena sudah pernah kita lakukan disamping sebagai syarat akreditasi Rumah Sakit juga sebagai antisipasi kemungkinan terjadi kebakaran petugas kami tidak panik dan mengutamakan keselamatan pasien dengan mengacu kepada SOP yang telah ditetapkan," ungkapnya.

Selanjutnya sosialisasi disampaikan oleh Bripda Cokorde Gede Surya Darma , Amd.KL. Dijelaskan mulai dari bagiamana cara pemakaiannya yang dilakukan adalah membuka segel dengan memutar setelah itu dicabut, pastikan sebelum memadamkan api safety, arahkan selang ke titik api, tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR dan sapukan secara merata sampai api padam.
Lebih lanjut ia menyebutkan yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pemadaman api perhatikan arah angin agar APAR betul-betul mengarah ke titik api,"Ucap Cokorda Dharma.

" Dalam penggunaan Alat Pemadam Api Ringan(APAR) hanya bisa digunakan sekali pakai , dan harus dicek setidaknya sekali dalam 6 bulan karena APAR yang sudah dua tahun meskipun belum pernah dipakai maka daya semprotnya berkurang," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan jangan sesekali memadamkan api langsung dengan menyiram air akan memicu api menjadi lebih besar.

Kegiatan diakhiri dengan simulasi dari masing-masing petugas Rumah Sakit, meskipun cara penggunaanya terbilang cukup mudah jika tidak dipahami, dipraktekan dan ditambah dengan sikap panik saat terjadi kebakaran akan menambah dampak kebakaran," terangnya

Semoga dengan sosialisasi ini ketika terjadi kebakaran tidak akan menimbulkan kepanikan petugas dapat mengambil langkah atau cara yang cepat dan tepat," tutupnya.  (Humas)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.