Header Ads

Pekerjaan Plengsengan di Desa Tenggilisrejo Diawasi Kolsultan Abal-abal





Pasuruan- Jatim-delapanenam.com  - Proyek Pembangunan Plengsengan milik Dinas Bina marga  yang berada di Desa Tenggilis, kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, yang dikerjakan oleh CV.Pesona jaya dengan konsultan pengawas: Delta persada consultan, diduga tidak sesui dengan aturan
Pembangunan Pelengsengan yang berada di Desa tenggilis kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.


proyek yang di kerjakan CV.Pesona jaya No.Spk: 602/PP/1105.30/PL/424.073/2019
Dengan anggaran RP,196.168.600.00-diduga berjalan tidak seharusnya selayaknya,pekerjaan proyek pemerintah pada umumnya, dimana pekerjaan plengsengan untuk campuran pasir dan semen yang di sentuh atau di elus elus merotoli, tidak di ketemu berapa campuran yang di anjurkan dinas terkait, untuk tanda bahaya police line(tanda bahaya) tidak ada sama sekali,pekerjaan proyek ini membahayakan pengguna jalan yang melalu lintang di depan jalan proyek tersebut,
Untuk pemasangan batu plengsengan tidak sesuai dengan aturan yang ada di RAB dan Gambar, SPK(Surat Perjanjian Kontrak) seperti pemasangan pipa Tidak tembus sama sekali untuk Pembuangan air.

Saat Awak Media bersama LSM turun memantau pekerjaan pada hari selasa 12/11/19.mempertanyakan kepada colsultan pengawas(muslimin)di lokasi dia menghindar dan berjalan- jalan terus dan tidak ada tanggapan apapun,seharusnya dia mempertanyakan apa yang salah dalam pekerjaan ini,apa dia itu tau tehnik apa tidak.ujar
Saudara Didik

menanyakan kesalah satu pekerja yg akrab dipanggil saudara Paidi terkait masalah campuran dan genengan Air Harus di Sikdam dlu pak.
Jawap", saudara Paidi udah pakai galian ini tetap aja banyak air.
Tidak banyak waktu awak media menghubungi Pak.Arif selaku PPTK melalui Telfon seluler bahwa dia akan kelokasi sidak bersama awak media Bpk.Arif  memintak maaf tidak bisa turun kelokasi di karenakan ada rapat mendadak kepada awak media


Awak media langsunng mempertanyakan Pekerjaan ini kok tidak memakai bak ukur pasir gunah untuk campuran semen pak dan untuk rambu-rambu tanda bahaya tidak ada sekaligus pekerja cumak sebagian memakai K-3 tidak ada yang seharusnya ada di RAB
"Jawab, saudara Arif selaku PPTK Lo klo Pekerjaan itu tidak memenuhi aturan Saya suruh berhenti saja mas.tuturnya

Sehingga berita ini di naikan pihak pengawas dari Dinas terkait terkesan seolah tutup mata dan belum Memastikan pekerjaan  Bersama awak media dan akan terus mencarik jawaban sampai pihak dinas bisa memberikan tanggapan terkait pekerjaan ini,akan masih Bersambung. pungkasnya.

Andre Waseso

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.