Header Ads

Penipuan Berkedok Jual beli Online, 3 Pelaku Diringkus Tim TRS Dan Reskrim Polres Pasuruan Kota



Pasuruan-jatim-delapanenam.com Team TRS bersama satreskrim polres pasuruan kota berhasil ungkap penipuan berkedok jual beli online(sosmed)di wilayah indonesia


Saat jumpa pres kapolres pasuruan kota AKBP Dony Alexander S.I.K M.H. selasa(17/12/19) pukul 13.00 WIB diruang joglo parama satwika polres pasuruan kota menjelaskan bawah pelaku penipuan jual beli online di sertai hipnotis sangat meresahkan ratusan orang di wilayah indonesia

Tiga pelaku penipuan yang kita amankan berinisial M bin R,R bin H,A bin F berserta dengan barang bukti uang tunai kurang lebih tuju juta rupiah dan enam HP,lemari es,kalung emas,STNK palsu,satu koper yang berisi baju baru,dengan ini kami bekerja sama dengan kepolisian Polda Sulawesi dengan berkordinasi baru kita bisa lakukan penangkapan pelaku penipuan online dengan modus menerima lelang atau membeli lelang dari Badan Lelang, inisial H dengan ini pelaku menipu masyarakat dengan berperan tugas sebagai korban, kurang lebih 40 korban yang di tertipu serta 100 nomer yang sudah di blokir di hp pelaku

Pelaku mengunakan modus sebagai pemilik show room dan jasa angkutan dengan karyawan Dakota.
dari sinilah tiga orang tersebut menipu masyarakat Indonesia


Kasat Reskrim Polres Pasuruan kota,  AKP Slamet mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat serta melacak pelaku usai menerima laporan penipuan dengan modus jual beli motor, di akun Facebook.tandesnya.

"Pelaku yang inisial MD bersama kawan kawannya melakukan penipuan dengan cara memposting barang jenis motor roda dua untuk di jual. Setelah calon pembeli mentrasfer uangnya, pelaku juga tidak menyerahkan motor yang sudah di beli, sehingga korban langsung melaporkan pelaku Ke Polresta Pasuruan Kota.

Berdasarkan data yang kami miliki, bahwa 1 orang yang menjadi korban Y warga Lumbang Pasuruan, namun yang melaporkan hanya satu orang dengan kerugian kurang lebih Rp 20 juta, karena dia pesan motor ,"ungkap Kasat Reskrim


"Saat ini kasus penipuan tersebut sudah masuk pada tahap satu dan pelaku sudah di amankan di polres Pasuruan kota sekaligus dengan barang bukti berupa beberapa lembar bukti transfer Bank dengan nominal uang Rp 22 juta dan alat alat rumah tangga yang di beli tersangka dari hasil menipu," ujar Kasat slamet santoso

Dari hasil penipuan yang berkedok jual beli online pelaku di jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara serta pasal 372 KUHP tentang penggelapan.(ndre)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.