Header Ads

Kapolresta Hadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanganan Bencana Alam


Polresta Jayapura Kota - Bertempat di lapangan apel Kantor Bupati Jayapura, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH., S.IK., M.Pd menghadiri apel gelar pasukan kesiapan penanganan bencana alam yang dipimpin oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayanto. Kamis (12/11). 

Turut hadir Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol. Drs. Godhelp C. Mansnembra, Kapolres Jayapura Dr. Victor D. Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si, Dansatpom Lanud Silas Papare Letkol Pom Torang Putra Wijaya Tampubolon, Kabag Binops Roops Polda Papua AKBP Bachtiar Joko Mulyono, S.IK, Dansecata Rindam XVII/Cenderawasih Mayor Inf. Untung Iswahyudi, Kabag Ops Polresta Kompol Nursalam, S.Pd., MM, Kabag Ops Jayapura AKP Deddy Agusthinus Puhiri, S.IK, Danramil Sentani Mayor Inf. Jhon F. Dahar, SH., MH, Kepala SAR Jayapura Klas A Jayapura Zainul Thahar, ST.,M.A, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sentani-Jayapura Yustus Rumakiek, S.Si beserta tamu undangan. 

Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, disebutkan wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadi bencana baik disebabkan oleh faktor alam, faktor non-alan maupun  faktor menusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan dan kerugian harta benda dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional. 

Lanjutnya, hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik ekuator menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka 0.5°C pada bulan September 2020.

"Pada bulan Oktober ini beberapa zona musim di wilayah Indonesia diperkirakan akan memasuki musim hujan. Untuk wilayah Kabupaten jayapura, stasiun meterologi kelas 1 sentani-jayapura mencatat jumlah curah hujan pada bulan September 2020 yaitu 93.9 MM (Rata-rata 115,3 MM) dan Oktober 2020 hingga tanggal 26 pukul 13.00 wit tercatat 114.3 MM (Rata-rata 111.1MM), "terangnya.

" Dari data tersebut menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah kabupaten jayapura pada bulan September masih di bawah rata-rata curah hujan bulanannya, namun pada bulan Oktober sudah lebih tinggi jumlah curah hujannya dari nilai rata-rata, "jelasnya.

Ia juga menuturkan, musim hujan di wilayah kab. Jayapura dimulai pada bulan November hingga april, dengan puncak musim hujan pada bulan maret. Kabupaten jayapura diperkirakan akan terkena dampak La Nina pada bulan Desember 2020 hingga februari 2021.

"Dalam rangka mengantisipasi cuaca ekstrem, pemerintah kab. Jayapura telah mengeluarkan surat edaran bupati nomor 360/136/SE/SET tanggal 27 Oktober 2020 tentang himbauan menghadapi cuaca ekstrem akibat La Nina, " Ujar Wakil Bupati Jayapura.

Di akhir sambutan Giri Wijayantoro menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, membersihkan parit dan kali/sungai dari sampah, menyiapkan  penghambat air banjir, pengelola tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir, meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta membetuk tim relawan penanggulangan bencana pada setiap RT/RW secara mandiri. Mari kita jaga alam, alam jaga kita, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menolong dan memberikan kekuatan kita semua. (*) 


Penulis   : Andi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.